Waspada Nyeri Perut pada Anak dan Balita 

Jumat, 11 mei 2012

Pagi ini Rasya terbangun jam 4 pagi yang akhirnya sulit tidur lagi, dan kemungkinan baru bisa tidur sekitar jam 5. Kemudian jam 6 pagi dibangunkan untuk bersiap-siap pergi ke sekolah.

Saat itu ia tidak mau makan tidak mau mandi, Ia hanya mau minum susu, yang akhirnya menghabiskan susu 1 mug. Setelah menangis-nangis cukup lama barulah Ia mau mandi dan berangkat ke sekolah, menggunakan baju jepang baru, kado ulang tahun dari Oma&Omnya, serta tas batik baru pemberian Tantenya.

Jam 9 pagi saat Rasya di sekolah, kami mendapat telepon dari gurunya bahwa Rasya mengeluh perutnya sakit sambil menangis. Kemudain kami jemput untuk membawanya pulang. Tidak berapa lama di rumah sakit itu hilang, Rasya sudah bisa main seperti biasa. Rupanya sakit perut yang timbul tadi, kemungkinan disebabkan karena rasya tidak mau sarapan dan hanya minum susu saja pagi itu, padahal setiap harinya jam 7 pagi Ia sudah mulai sarapan dan minum susu saat siang atau malam hari.

Berikut ini artikel yang membuat kami menyimpulkan bahwa Rasya sakit perut karena perubahan pola makan.

Nyeri pada daerah sekitar perut menjadi masalah yang biasa terjadi pada anak. Sedikitnya satu dari tiga anak kerap diperiksa dokter untuk keluhan nyeri sekitar perut. Tetapi hanya sedikit yang dinyatakan memiliki masalah serius. Keluhan ini umumnya datang dari anak yang berusia kurang dari 11 tahun. Penyebabnya diduga dari perubahan pola makan dan kebiasaan sistem pencernaannya. Kebanyakan kasusnya tidak serius dan dapat diatasi dengan perawatan intensif di rumah.

Tetapi gangguan ini seringkali menimbulkan ketakutan dan frustasi pada orang tua. Banyak waktu yang dibutuhkan untuk menentukan secara pasti penyebab nyeri daerah perut. Nyeri yang tidak disertai banyak gejala atau keluhan lainnya umumnya mereda dalam waktu sekitar 3 jam.

Pada anak nyeri dapat juga terkait dengan luka pada sistem pencernaan, atau disebabkan sakit, semacam stomach flu atau infeksi saluran telinga, infeksi saluran kencing atau radang tenggorokan. Konstipasi jadi masalah yang sering ditemui. Tetapi dapat juga terkait dengan masalah serius seperti appendicitis, keracunan makanan, atau masalah usus seperti intussusception, malrotation.

Yang perlu diajarkan pada orangtua di rumah terkait gangguan ini adalah meredakan nyeri pada anak dan meminta anak berisitirahat. Setelah itu bisa diberikan minuman jernih seperti air, kuah kaldu, teh, atau juice buah yang encer. Usahakan si kecil dapat buang air besar. Jika masih belum membaik dapat diberikan makanan dalam porsi kecil tetapi berulang. Makan ringan seperti roti panggang, biskuit, gelatin atau puding. Jangan berikan makanan pedas, buah atau minuman yang mengandung kafein atau karbon hingga 48 jam setelah gejala itu pergi. Jenis makanan tadi akan memperburuk kondisi perut anak.

Sumber : http://www.majalah-farmacia.com/rubrik/one_news.asp?IDNews=1275

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s